Bahaya Ginjal Bocor Pada Anak

Bahaya Ginjal Bocor Pada Anak

Bahaya Ginjal Bocor Pada Anak Ginjal merupakan salah satu organ tubuh yang terletak di bagian tengah punggung, tepatnya di bawah tulang rusuk. Terdapat berbagai fungsi ginjal yang memiliki peranan penting bagi kesehatan tubuh. Ginjal sendiri sama seperti organ lain yang dapat terjadi masalah atau penyakit, salah satu masalah yang dapat terjadi pada ginjal ialah ginjal bocor atau sindrom nefrotik.

Ginjal bocor atau dalam istilah medisnya disebut sebagai sindrom nefrotik ini merupakan salah satu masalah ginjal yang dapat terjadi pada semua orang, termasuk anak-anak. Berbicara mengenai ginjal bocor, pada kesempatan kali ini, kami akan memberikan informasi mengenai Bahaya Ginjal Bocor Pada AnakMaka dari itu, mari simak terus artikel ini sampai tuntas.

Bahaya Ginjal Bocor Pada Anak

Ginjal bocor merupakan gangguan ginjal yang membuat kerusakan pada sistem penyaringan ginjal dan dapat menyebabkan tubuh manusia kehilangan terlalu banyak protein yang di buang melalui urine. Dalam istilah medis, ginjal bocor ini disebut juga sebagai sindrom nefrotik, dan sebenarnya di dalam dunia medis sendiri tidak ada istilah ginjal bocor.

Hal tersebut karena, istilah ginjal bocor sendiri merupakan bahasa awam agar memudahkan dokter menggambarkan kondisi pada pasien yang didasari pada kenyataan bahwa pada sindrom nefrotik terjadinya kerusakan pada sistem penyaringan ginjal. Kondisi ini menyebabkan tubuh manusia kehilangan banyak protein yang disebut albumin.

Organ ginjal yang normal atau sehat akan menyimpan zat penting bernama protein di dalam darah. Sedangkan pada organ ginjal yang tidak sehat atau ginjal bocor, organ ginjal tidak dapat mempertahankan protein, sehingga protein yang disebut albumin menjadi lolos atau keluar bersam urine. Kondisi inilah yang membuat tubuh penderita sindrom nefrotik (ginjal bocor) kehilangan banyak protein.

Setiap ginjal mengandung 1 juta saringan untuk membersihkan darah beracun. Ginjal dapat membersihkan darah melalui sebuah penyaring yang bernama nefron. Ketika seseorang mengalami sindrom nefrotik, maka berarti nefronnya mengalami kerusakan, sehingga protein juga akan ikut dikeluarkan dari tubuh bersama dengan kotoran lainnnya.

Pada saat albumin darah keluar, maka otomatis kadar protein dalam darah akan berturun. Hal inilah yang akan menimbulkan serangkaian gejala sindrom nefrotik. Tubuh sendiri sangat memerlukan protein untuk tumbuh dan memperbaiki diri sendiri. Sindrom nefrotik (ginjal bocor) ini dapat terjadi pada siapa saja, akan tetapi anak-anak paling sering mengalami sindrom nefrotik (ginjal bocor).

Baca juga : Penanganan Ginjal Bocor Pada Anak

Lantas Apa Saja Bahaya Ginjal Bocor Pada Anak ?

Seperti yang sudah kami sebutkan di awal, bahwa pada kesempatan kali ini, kami akan memberikan informasi mengenai beberapa bahaya ginjal bocor pada anak yang perlu diketahui dan diwaspadai, terutama untuk anda para orang tua yang memiliki anak yang mengidap atau mengalami sindrom nefrotik (ginjal bocor). Dan berikut Bahaya Ginjal Bocor Pada Anak, diantaranya :

  • Gagal Ginjal Akut

Gagal ginjal akut (ARF) merupakan salah satu bahaya ginjal bocor yang jarang terjadi, namun sangat menghawatirkan. Pada saat proteinuria masif berkembang dan tingkat albumin yang mendalam menurun, volume beredar dalam plasma berkurang untuk menghasilkan kolaps sirkulasi atau uremia pra-ginjal, biasanya dari derajat ringan.

  • Komplikasi Kardiovaskular

Penderita sindrom nefrotik lebih berisiko menderita penyakit kardiovaskular, hal ini karena hiperlipidemia, meningkat thrombogenesis, dan disfungsi endotel. Hiperkolesterolemia sangat terkait dengan tingakat keparahan hipoalbuminemia, dan proteinuria persisten atau insufisiensi ginjal juga berkontribusi terhadap penyakit jantung.

  • Infeksi

Infeksi sindrom nefrotik (ginjal bocor) masih merupakan masalah utama di negara-negara berkembang, seperti Indoneisa, namun kejadian infeksi ini telah menurun di negara-negara maju. Sepsis tetap menjadi salah satu penyebab utama kematian pada anak-anak dengan sindrom nefortik.

  • Krisis Hipovolemik

Faktor risiko krisis hipovolemik termasuk tingkat mengalami depresi berat albumin, diuretik dosis tinggi dan muntah. Manisifestasis klinis yang takikardia, ekstremitas dingin, pengisian kapiler misikin, dan sedang sampai sakit perut yang parah, dan tes laboratorium dapat menunjukan hematokrit yang meningkat dan kadar asam urat.

  • Anemia

Anemia biasanya mikrositik dan hipokromik, khas kekurangan zat besi, tetapi resisten terhadap terapi dengan besi karena kehilangan besar transferin serum dalam urin dari beberapa pasien sindrom nefrotik.

Baca juga : 5 Ramuan Tradisional Untuk Ginjal Bocor Yang Mudah Dan Ampuh

Itulah informasi dari kami mengenai Bahaya Ginjal Bocor Pada Anak. Apabila anak anda saat ini mengidap sindrom nefrotik (ginjal bocor), maka sebaiknya segera lakukan penanganan atau pengobatan. Hal ini dilakukan agar anak anda dapat sembuh dengan cepat dan terjauh atau terhindari dari berbagai komplikasi atau bahaya sindrom nefrotik (ginjal bocor) seperti diatas tersebut.

DEMIKIAN INFORMASI DARI KAMI MENGENAI “BAHAYA GINJAL BOCOR PADA ANAK”. TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI WEBSITE KAMI (WEBSITE RESMI AZKA HERBAL) DAN MENYIMAK ARTIKEL INI SAMPAI TUNTAS, SEMOGA INFORMASI DARI KAMI DAPAT BERGUNA DAN BERMANFAAT BAGI ANDA SEMUA YANG MEMBUTUHKAN.

Posted : Bahaya Ginjal Bocor Pada Anak

Sponsored By :

Bahaya Ginjal Bocor Pada Anak

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*